Minggu, 13 Juli 2014

Nasehat Hebat

Petuah Sang Kyai "KH. Hasan Abdullah Sahal"

๐ŸŒ  Santri-santriku! Tidak usah cari-cari Al-Qur'an jilid dua! Tiga puluh juz sudah cukup ananda telusuri nilai-nilai hidayahnya!

๐ŸŒ  Generasi ini diuji untuk berprestasi lahir batin di atas generasi yang lampau. Kalau tidak berhasil, mendingan ananda tak usah lahir dan kami tak usah mati.

๐ŸŒ Manusia banyak yang terjebak, terlibat dalam mengejar dan dikejar kepentingan. Maukah ananda ketularan?

๐ŸŒ  Jangan lupa Allah, lupa diri, mabuk, gila. Jadilah orang yang baik dalam situasi, kondisi dan lingkungan apapun.

๐ŸŒ  Umur ananda pendek. Perluas arti ma'na "IBADAH" dan laksanakan, meskipun tanpa diajak maupun mengajak.

๐ŸŒ  Kemampuan masing-masing orang berbeda-beda, itu ujian! Berjalanlah lambat di waktu harus lambat, cepat di waktu harus cepat. Itulah cara paling tepat.

๐ŸŒ  Jangan mengandalkan toleransi orang lain dalam kehidupan ananda, itu watak KERE!
Pejabat dahulu (Nabi Yusuf AS) dari penjara menuju istana. Pejabat sekarang (koruptor) dari istana menuju penjara.

Carilah, ikuti, temukan dan kerjakan kebenaran, maka kamu akan menemukan orang-orang yg benar.

Banyak orang bertitel tdk berkualitas, dan banyak orang berkualitas meskipun tdk bertitel.

Banyak orang berpikir bagaimana hidup yg baik, namun mereka lupa bagaimana mati yg baik.

Kamu boleh membaca raport seseorang sesukamu, tapi jangan sampai kamu membacakan raport seseorang ke orang lain sesukamu.

Bukan hanya haji yg harus mabrur, perdagangan jg harus mabrur, pernikahan jg harus mabrur